jump to navigation

Model sekuensial linear Juni 3, 2010

Posted by faceq in Uncategorized.
trackback

Model sekuensial linear adalah paradigma rekayasa perangkat lunak yang banyak dipakai serta merupakan model yang tertua sehingga dapat juga disebut dengan siklus kehidupan klasik atau model air terjun. Sekuensial linear mengusulkan sebuah pendekatan kepada perkembangan perangkat lunak yang sistematik dan sekuensial, yang mana pada tingkat dan kemajuan sistem pada seluruh analisis, desain, kode, pengujian, dan pemeliharaan. Di dalam pemodelan sekuensial terjadi beberapa aktivitas-aktivitas antara lain adalah :

Rekayasa dan pemodelan sistem informasi merupakan rekayasa dan analisis sistem yang menyangkut pengumpulan kebutuhan pada tingkat sistem dengan sejumlah kecil analisis serta desaian yang memadai. Rekayasa informasi juga mengumpulkan kebutuhan pada tingkatannya sendiri, seperti pada strategi bisnis atau pada daerah bisnis.

Analisis kebutuhan perangkat lunak merupakan suatu proses pengumpulan kebutuhan yang diintensifkan dan difokuskan pada perangkat lunak. Jadi seorang perekayasa perangkat lunak harus bisa memahami domain informasi, tingkah laku serta interface yang akan diperlukan.

Desain adalah perangkat lunak sebenarnya yang mempunyai proses pada empat atribut sebuah program yang berbeda, struktur data, arsitektur perangkat lunak, reperesentasi interface dan detail algoritma yang terkandung dalam program yang akan dibuat.

Generasi kode merupakan penjabaran dari proses desain yang kemudian di terjemahkan ke dalam bentuk/ bahasa mesin.

Tahap pengujian, proses ini dapat dilakukan jika pada tahap koding telah selesai, sehingga kesalahan-kesalahan mudah terdeteksi dengann baik.

Tahap pemeliharaan perangkat lunak akan mengalami perubahan setelah di tangan pelanggan (user). Hal itu mungkin terjadi karena terdapat kesalahan-kesalahan yang berpengaruh oleh lingkungan baik eksternal maupun internal.

Paradigma siklus kehidupan klasik ini memiliki beberapa tempat yang terbatas, namun pada dasarnya paradigma ini sangat penting dalam aplikasi rekayasa perangkat lunak. Paradigma itu memberikan template dimana metode analisis, desain, pengkodean, pengujian, dan pemeliharaan dapat dilakukan. Sehingga, metode ini lebih baik daripada yang sifatnya asal-asalan terhadapat perkembangan perangkat lunak

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.